TVRINews, Kalimantan Utara
Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Teluk Selimau RT 18, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Api yang sebelumnya sempat dipadamkan kembali muncul saat petugas melakukan pengecekan di lokasi.
Menindaklanjuti munculnya kembali titik api, tim gabungan langsung melakukan pemadaman lanjutan. Penanganan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan BPBD Bulungan, Brimob Polda Kalimantan Utara, Damkar, Dinas Kehutanan Kaltara, Manggala Agni, TNI, serta masyarakat sekitar.
Wakil Bupati Bulungan turut hadir dan terlibat langsung dalam penanganan kebakaran. Kehadiran pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus memastikan upaya pemadaman dilakukan secara terpadu dan cepat.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik yang masih berpotensi terbakar. Untuk mempercepat proses penanganan, sekitar tujuh armada pemadam dikerahkan ke lokasi.
Selain armada pemadam, satu unit ekskavator juga diterjunkan untuk membuat sekat atau blokade tanah. Langkah ini dilakukan guna memperlambat dan mencegah penjalaran api ke area lahan lainnya.
Lokasi kebakaran yang berada tidak jauh dari permukiman warga membuat upaya pemadaman terus diintensifkan. Petugas melakukan penyisiran dan pendinginan secara berkala untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol. Sutrisno Hady Santoso, S.I.K., M.M., mengatakan personel terus disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
“Kami juga terus memantau kondisi di sekitar lokasi. Sejumlah personel sudah disiagakan di Posko Batalyon untuk memastikan respons cepat apabila kembali ditemukan titik api.”
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Widi Kustanto, S.E., memastikan kondisi kebakaran masih dapat ditangani oleh tim gabungan.
“Kondisi kebakaran di lokasi kejadian masih dapat ditangani oleh tim gabungan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.”
Upaya penanganan juga mendapat dukungan masyarakat sekitar. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya.
Sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memastikan kebakaran tidak meluas, terlebih lokasi kejadian berada di sekitar kawasan permukiman warga.










