TVRINews, Kalimantan Utara
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mendorong agar kehadiran kawasan industri dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Investasi besar yang masuk ke daerah diharapkan mampu membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui Program Sinergi Kalimantan Utara, pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menghubungkan potensi investasi dengan kesejahteraan ekonomi daerah.
Saat berkunjung ke TVRI Kalimantan Utara, Pemerintah Provinsi Kaltara menyoroti pentingnya sinergi antara pengembangan kawasan industri dan penguatan sektor UMKM.
Potensi kawasan industri, termasuk kawasan industri Tanah Kuning, serta sekitar 51 ribu UMKM di Kalimantan Utara dinilai perlu mendapatkan pendampingan dan konektivitas agar dapat ikut mengambil peluang dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Kalimantan Utara, Denny Harianto, mengatakan Program Sinergi Kaltara hadir untuk menjembatani hubungan antara kawasan industri Tanah Kuning dan pelaku UMKM.
"Sinergi Kaltara hadir untuk menjembatani antara kawasan industri Tanah Kuning. Terus ada kita punya UMKM yang kurang lebih 51.840 yang belum terhubung," sebut Denny Harianto, 22 Juli 2026.
Denny menegaskan, pemerintah perlu memberikan intervensi agar investasi besar yang masuk ke Kalimantan Utara dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Kalau ini tidak hadir pemerintah, kami yakini ada kebocoran ekonomi di sana. Artinya apa? Investasi besar tapi tidak memberikan dampak ekonomi sama sekali kepada masyarakat sekitarnya. Ini yang tidak boleh kita biarkan."
Menurutnya, peningkatan nilai investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tanpa kebijakan yang tepat, pertumbuhan investasi berisiko belum mampu memberikan manfaat langsung bagi ekonomi lokal.
Melalui Program Sinergi Kaltara, seluruh pemangku kepentingan didorong memperkuat kolaborasi, mengoptimalkan potensi daerah, serta memastikan UMKM menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan Utara.










