TVRINews, Kalimantan Utara
Operasional Koperasi Merah Putih di Kalimantan Utara dinilai masih belum optimal. DPR RI mendorong percepatan penguatan permodalan serta ketersediaan pasokan barang agar koperasi dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Anggota DPR RI, Rahmawati, meninjau langsung salah satu koperasi di kawasan Selumit Pantai, Tarakan. Koperasi tersebut sempat terhenti dan kini mulai kembali beroperasi, meski aktivitasnya masih terbatas.
Keterbatasan stok barang menjadi salah satu kendala utama, termasuk untuk kebutuhan penting seperti pupuk. Kondisi ini membuat peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat belum berjalan optimal.
Selain itu, aspek permodalan serta sarana dan prasarana juga menjadi hambatan. Fasilitas seperti gudang dinilai belum memenuhi standar, sehingga menghambat pengembangan usaha koperasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, DPR RI mendorong adanya kerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN), khususnya melalui skema distribusi barang yang lebih fleksibel. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus meningkatkan efektivitas operasional koperasi.
DPR berharap berbagai kendala tersebut dapat segera diatasi agar Koperasi Merah Putih mampu berfungsi maksimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat, terutama dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kalimantan Utara.









